Beranda > Cerita > Berbagi Senang dan Susah…

Berbagi Senang dan Susah…


kakek3

Seorang teman saya bercerita tentang pengalaman hidup temannya yang ada di Jogjakarta, yang bisa dijadikan perenungan bagi kita.

Sebagai seorang yang hidup di lingkungan keraton karena orang  tuanya merupakan keturunan bangsawan (sudah pasti lah tinggal di keraton..masa di kolong jembatan) yang mempunyai kekuasaan dan status sosial yang beda dengan kita( karena orang bilang darahnya darah biru), dia hidup berkecukupan, malah dibilang lebih dari cukup. Bagaimana tidak? lha wong sendal neneknya aja ada butiran berliannya( kaya sepatu kacanya cinderela  kalee ).

“Dari kecil sampai dewasa bergelimpangan dengan harta yang mana masa mudanya diisi dengan segala kesenangan, kemewahan, kepuasan dan lain sebagainya, pokoknya makan enak, tidur pulas..” ujar temanku.

“Dan kini diusianya yang hampir menginjak  50 tahun”, Temanku melanjutkan kisahnya, temannya sudah tidak hidup lagi di lingkungan dimana dulu dia tinggal (di keraton), tapi hidup di rumah biasa dan itu pun menumpang orang, juga tidak  mempunyai pekerjaan yang tetap.   “Mengapa bisa begini”, tanya temanku.

Jawabannya simpel kepada temanku,” Ya…beginilah hidupku.. saya sudah pernah merasakan bagaimana hidup enak dan menjadi orang kaya, sekarang giliran untuk hidup susah !!!.  “Salahku mengapa dulu aku mengambil semua kebahagiaan ??? tanpa  membagi sebagian kebahagiaan yang aku miliki kepada orang lain??” ujarnya juga tanpa ekspresi.

Kepada temanku  dia berpesan,” Jika kamu sedang bahagia, bagilah sedikit atau sebagian bahagiamu kepada orang lain, jangan kamu nikmati sendiri.. begitu juga sebaliknya, “Jika kamu sedang susah, berbagilah sedikit atau sebagian kesusahanmu kepada orang lain”.

Saya jadi ingat akan ujar-ujar ” Bagaikan hidup di atas roda“,  dimana ada kalanya kita berada di atas dan ada kalanya di bawah. Tapi apakah itu berarti bahwa kita kalau sudah hidup di atas nanti akan berganti hidup di bawah,  atau sebaliknya ???.

Tentunya kita dapat merenungi, hikmah apa yang bisa kita ambil dari kisah di atas?

Kategori:Cerita
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: